Health Post

...

Health Post is

Lentera Mas menjadi Lentera Hati bagi masyarakat miskin

              Lentera Mas menjadi sarana berbagi kasih kepada sesama melalui pelayanan kesehatan, tidak hanya kuratif tetapi juga trasformative. Masyarakat di dua Desa terisolir, yang jauh dari akses kesehatan di wilayah Kecamatan Getasan, kini tidak lagi resah. Karena tanggal 7 April dan 18 April 2011, Yayasan Sion bekerja sama dengan 16 kelompok Perempuan memprakarsai lahirnya Pos Kesehatan Masyarakat bagi mereka, tepatnya di dusun Tawang, Desa Samirono dan dusun Pulihan, Desa Tajuk.

        Pos Lentera Mas I & II, secara resmi dibuka untuk pelayanan di dua dusun tersebut, setidaknya pada tahap awal adalah satu bulan sekali, pada jam satu siang sampai jam 3 sore dengan ditangani oleh para relawan yaitu 2 dokter, 2 Perawat dan 5 orang Kader Kesehatan yang dilatih khusus oleh para dokter selama 3 bulan.

        Sungguh menjadi pemandangan yang membahagiakan sekaligus mengharukan, melihat masyarakat begitu antusias memeriksakan diri ke Lentera Mas, meskipun harus menunggu giliran yang panjang. Tercatat Lentera Mas I, jumlah pasien sebanyak 66 orang, sedangkan Lentera Mas 2 sebanyak 76 orang. Dari hasil pemeriksaan pada saat itu, sebagian besar masyarakat di dua desa tersebut menderita Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA), cacingan dan penyakit kulit.

    Menurut para dokter sebagai relawan ahli dibidang Medis ini, akibat utama atas temuan penyakit yang banyak diderita masyarakat di dua Desa tersebut adalah rendahnya kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat, sekaligus kurangnya kepedulian terhadap kesehatan lingkungan mereka. Statement ini diperkuat oleh para pasien yang diwawancarai oleh petugas lapangan Yayasan Sion, karena mereka sangat jarang cuci tangan sebelum mereka makan, meskipun sehabis bekerja di sawah atau ladang. Selain itu sebagian mereka juga mengatakan bahwa tidak mempunyai tempat khusus untuk pembuangan limbah ternak, sehingga membiarkan limbah ternak meggunung di jalan-jalan.

    Melalui Pos Lentera Mas, sebagai wahana belajar buat masyarakat untuk bicara masalah kesehatan,karena 13 kader kesehatan masyarakat, yang adalah orang local diharapkan mampu

melakukan tindakan “Preventing dan Promoting” kepada masyarakat dimana mereka tinggal.