Adoption

...

 Adopsi merupakan salah satu program Yayasan Sion yang merupakan hasil kerjasama dengan Salatiga Zending (Belanda) atas rekomendasi dari Sinode GKJTU, pengertian dari adopsi adalah pengangkatan atas oleh sponsor (orang tua angkat) lewat Yayasan Sion dengan maksud memberikan bantuan guna pembiyayanan sekolah, anak yang menerima bantuan tetap merupakan anak dari oang tuanya yang tetap bertanggung jawab penuh terhadap anaknya, dan anak tersebut angkat.

    Adopsi Yayasan Sion ini diadakan tidak lain untuk mewujudkan visi dan misi dari Yayasan Sion, yaitu untuk menyatakan tanda-tanda kerajaan Allah, serta untuk merealisasikan tujuan bangsa Indonesia yaitu ikut mencerdaskan kehidupan bangsa (Pembukaan UUD 1945 alinea IV).

    Salah satu kegiatannya adalah membantu mengatasi permasalahan biaya pendidikan anak-anak bagi orang tua yang tidak mampu, melalui program ini diharapkan anak-anak usia sekolah dapat mengikuti pendidikan formal.

    Program adopsi berawal sekitar bulan Maret tahun 1991, sedangkan jumlah anak-anak yang dilayani masih berjumlah sekitar 10 anak. Pada bulan juni 2002 Unit Adopsi sudah membantu 245 anak (yang masih aktif) dan yang sudah lulus sejumlah 126 anak.

    Pada mulanya Adopsi Yayasan Sion hanya diperuntukan khusus bagi anak-anak tenaga gereha GKJTU (pendeta dan guru injil), Karyawan Yayasan Sion dan wrga GKJTU pada umunya. Hal tersebut disebebkan jarena penghasilan (income) para tenaga gereja, Karyawan Yayasan Sion dan warga GKJTU msih dibawah rata-rata, disamping itu keterbatasan dari sponsor / donatur itu sendiri.

    Perkembangan dari tahun ketahun semakin meluas dan pelayanannya tifak hanya untuk warga GKJTU tetapi melayani anak-anak diluar GKJTU. selain itu dengan semakin banyaknya jumlah donatur atau sponsor, baik dari luar mapupun dalam negeri, dan jugakaran masyarakat Indonesia (kebanyakan mata pencaharianya petani) menyebabkan anak-anak meraka banyak yang putus sekolah karena ingin membantu orang tuanya bertani guna mendapatkan uang. Disini kah misi dari Adopsi Yayasan Sion daoat direalisasikan.

TUJUAN

  1. Memberikan bantuan kepada anak-anak yang orang tuanya tidak mampu untuk dapay mengikuti dan menyelesaikan pendidikan formalnya maximal setingkat SLTA
  2. Memberikan bekal pada anak tersebut unruk dapat hidup mandiri dan akhirnya menolong orang lain di lingkungannya. 

WILAYAH PELAYANAN

    Pelayanan Unit Adopsi meliputi daerah Salatiga, Getasan, Kopeng dan sekitarnya, Semarang, Kendal dan sekitarnyam Pemalangm Blora dan Bojonegoro.

SUMBER DANA

    Sumber biaya yang diibutukan unruk membantu anak-anak peserta program adopsi berasal dari dalam dna luar negeri, antara lain:

  1. Dalam negeri (25) 
    •  Komisi Beasiswa Kebayoran Baru GKI Jakarta
    • SMU K 3 Penabur Jakarta
    • SLTP K 2 Penabur Jakarta
    • Person atau pribadi-pribadi atau Alumnus : 23 orang tua asuh
  2. Luar Negeri (173)
    • Salatiga Zending: 58 orang tua asuh
    • Neuerkirchen Mission : ada 90 orang tua asuh
    • Evangelische Kirchengemeinde Schwafheim : ada 21 orang tua asuh
    • WK : ada 4 orang tua asuh

KEGIATAN

program dan kegiatan meliputi:

  1. Memberikan bantuan uang sekolah
  2. Pembuatan dan pengiriman kartu natal untuk orang tua asuh(bulan desember)
  3. Pembuatan dan pengiriman surat perkembangan beserta laporan pendidikan anak (bulan Juli)
  4. Pembinaan anak

JUMLAH ANAK DAN PESERTA ADOPSI

    Sampai dengan bukan Juni 2002 anak yang yelah dibantu ada 245 (aktif), meliputi : kelompok; E:31, I:2, B:4, BL:45, G:2, NM: 83, Sc:12, OSIS:7, KBS:10, SLTPK 2:5, Ekstra:37 dan anak-anak yang lulus sekolah 128 orang.

    Anak-anak yang mendapatkan Adopsi meliputi anak tingkat pendidikan TK, SD, SLTP, SLTA, Perguruan Tinggi.

Alumni Anak Adopsi:

  • Tahun 2007 kebawah =286
  • Tahun 2008 = 30
  • Tahun 2009 = 13
  • Tahun 2010 = 8
  • Tahun 2011 = 5
  • Tahun 2012 = 28
  • Tahun 2013 = 18
  • Tahun 2014 = 21

PERKEMBANGAN PROGRAM ADOPSI

  1. Januari 1995 berdasarkan SK Pengurus, memutuskan Wahyu Retno Jayanti, SPd sebagai staf Yayasan Sion yang mengelola anak-anak Adopsi dibawah pengawasan Sekertaris pelaksana yayasan
  2. Tahun 1997, pelayanan adopsi semakin meluas tidak hanya melayani warga GKJTU tetapi juga melayani anak-anak diluar GKJTU. Pelayanan program adopsi diawali dari anak-anak SLTP Kristen Getasan dengan melihat kondisi ekonomi orang tua dari anak-anak yang bersekolah di SLTP Kristen Getasan sangkat miskin, keadaan tersebut sangkat membutuhkan perhatian khusus.
  3. Dengan berakhirnya Prokeska Dukuh pada bulan September 1997, staf Adopsi mendapat tambhan personil, dan mulai bulan September 1997 Adopsi menjadi satu Unit baru di Yayasan Sion yang dikoordinir oleh : Wahyu Retno Jayanti, SPd, sebagai Pimpro, Sunarti Setuana sebagai staf Administrasi, dan Yohana sebagai staf Administrasi
  4. Krisis ekonomi yang melanda negara Indonesia sekitar bulan Septenber 1997 mengakibatkan keniakan harga sekitar 100%-300%, baik harga-harga kebutuhan pokok, maupun kebutuhan yang lian seperti alat-alat dan buku-buku sekolah, bahkan biaya sekolahpun ikut naik. Dalmapak krisis ekonomu tersebut justru memberikan berkat bagi anak-anak penerima adopsi sehingga nilai tukar dollar naik. Perlu kita sadari bahwa sebagian dari anak0anak pengerima Adopsi hanya dibantu beasiswa sebesar biaya SPP/BP3 (kurang lebih Rp 25.000 perbulan), melihat ketimpangan-ketimpangan tersebut Unit Adopsi membuat suatu program , "Kepedulian Kasih Terhadap Sesama", yaitu dengan cara anak-anak adopsi menjadi orang tua asuh anak yang lain yaitu dengan cara memberikan persembahan sebesar 5% dari tiap-tiap penerimaan Adopsi. Seperti yang telah difirmankan Tuhan didalam II Korintus 8:14, yang demikian bunyinya, "Maka hendaklah sekarang ini kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu". Sehingga pada tanggal 2 Oktober 1998 diadakan pertemuan dengan orang tua anak penerima Adopsi di Aula Yayasan Sion Salatiga untuk mencanangkan program tersebut, dan berjalan sampai sekarang.
  5. Untuk menciptakan sistim dan penataan administrasi yang lebih baik, khususnya anak-anak Adopsi pada tingkat Perguruan Tinggi, perlu dibuatkan peraturan baru bagi anak-anak tersebut dengan tujuan : 1. Agar anak-anak lebih mengerti dan memahami dengan jelas tentang pentingnya sekolah, 2. Anak lebih bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan serta hasil yang telah dicapai, 3. Dengan adanya penataan sistim administrasi yang lebih baik, maka mulai tanggal 11 September 1999 peraturan khusus untuk anak-anak Adopsi perguruan Tinggi dilaksanakn dengan SK No:41dp/Sa/Viii-1999, dengan tujuan: 1. Anak mengerti dan memahami secara jelas tentang sistim peraturan yang ditetapkan, 2. Anak melaksanakan sistim peraturan dengan penuh tanggung jawab, 2. Peningkatan monitoring dan kontroling terhadap anak.